Artikel

Ajarkan Kebiasaan Menonton TV yang Baik

20 Mar, 2015

Kebanyakan anak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menonton TV. Bahkan menonton TV merupakan kegiatan yang paling banyak menyita waktu anak dibandingkan aktivitas-aktivitas lainnya selain tidur. Padahal berlebihan menonton TV akan mengakibatkan gaya hidup yang malas dan pola makan yang tidak sehat. Untuk mencegahnya, ajarkan anak-anak kita tentang kebiasaan menonton TV yang baik dengan cara-cara berikut ini:

 

Tetapkan Batasan

Cari tahu berapa lama waktu yang dihabiskan anak untuk menonton TV tiap harinya dan jangan ragu untuk mengurangi jumlahnya. Waktu yang direkomendasikan adalah sebanyak 1 sampai 2 jam sehari.

 

Minimalkan Pengatuh TV di Rumah

Matikan TV selama waktu makan. Jadikan percakapan sebagai prioritas di rumah, karena itu jangan letakkan TV sebagai pusat furniture di ruang keluarga. Hindari meletakkan TV di kamar tidur karena hal ini akan membawa kecenderungan untuk mengisolasikan anggota keluarga secara fisik dan meminimalkan interaksi antara anggota keluarga.

 

Lengkapi TV dengan Teknologi Lainnya

Gunakan video recorder untuk merekam program yang edukatif atau setel film-film anak yang direkomendasikan. Banyak materi-materi mendidik yang dapat diperoleh di perpustaan, toko buku atau toko video. Jika kita tidak menginginkan anak menonton saluran TV kabel tertentu, mintalah alat khusus untuk mengunci saluran itu kepada operator TV kabel kita.

 

Rencanakan Tontonan

Perlakukan TV seperti bioskop. Gunakan panduan acara TV atau koran untuk memutuskan acara apa yang akan ditonton. Anda juga dapat menggunakan system rating TV untuk menentukan acara-acara yang pantas ditonton keluarga. Nyalakan TV hanya pada saat program tersbut.

 

Jangan Gunakan TV Sebagai Hadiah atau Hukuman

Dengan menggunakan TV sebagai hadiah ataupun hukuman, akan membuat TV terlihat jadi lebih penting di mata anak.

 

Temani Anak Saat Menonton

Bantu anak menginterpretasikan hal-hal yang mereka lihat di TV dengan cara menonton bersama mereka. Gunakan TV untuk mengekspresikan perasaan kita mengenai topik-topik sulit seperti seks, cinta, pekerjaan, tingkah laku dan kehidupan keluarga, serta untuk menjelaskan situasi yang membingungkan. Ajari anak untuk bertanya dan belajar dari apa yang mereka lihat.

 

Sediakan PIlihan Lain

Orang tua bertanggung jawab atas berapa banyak acara TV yang disaksikan anaknya. Doronglah anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan lainnya, baik di dalam maupun di luar ruangan seperti olah raga, menekuni hobi dan membaca. Olah raga amat penting bagi anak. Rancanglah sore hari tertentu untuk melakukan kegiatan keluarga yang istimewa.

 

Lawanlah Tekanan dari Iklan

Jangan mengharapkan anak kita untuk mengabaikan begitu saja iklan-iklan makanan ringan, permen dan mainan. Bantu mereka untuk mengembangkan pola makan yang sehat dan menjadi konsumen yang pinar dengan mengajarkan mereka mengenali usaha-usaha penjualan.

 

Praktekkan

Jangan mengharapkan anak berdisiplin tentang TV jika kita sendiri tidak. Berikan contoh yang baik dengan menghabiskan waktu senggang kita dengan membaca, berolah raga, mengobrol, memasak, atau kegiatan-kegiatan lain selain menonton TV.

Orang tua dapat mengontrol apa yang ditonton oleh anaknya di TV. Dengan menggunakan pemilih saluran maupun tombol on/off, dan dengan mengajarkan anak untuk menggunakan TV secara positif, orang tua dapat mengatasi pengaruh yang negatif dan membantu mereka mendapatkan manfaat dari televisi.

(2006)